Rekam Juang Pasundan Istri (PASI) di Bandung

- Senin, 19 Oktober 2020 | 11:41 WIB
Para anggota Pasundan Istri (PASI).
Para anggota Pasundan Istri (PASI).

Tak hanya itu, PASi juga berusaha menumbuhkan kesadaran nasional dengan memperjuangkan hak pilih aktif perempuan.

Perjuangan PASI mengalami rintangan pada periode pemerintahan Jepang. PASI harus melakukan gerakan “di bawah tanah”. Bukan tanpa alasan, pembatasan ruang gerak organisasi dan kewajiban kaum perempuan untuk bergabung dalam Fujinkai saat itu jadi sebabnya. Dalam pergerakan itu, PASI tetap melakukan kegiatan sosial serta pembinaan seperti biasa.

Setelah proklamasi kemerdekaan, pengalaman anggota PASI selama bergabung di Fujiinkai dimanfaatkan untuk kepentingan perjuangan. Mereka juga bahu-membahu mengangkat senjata bersama kaum lelaki dalam berperang melawan pemerintah Belanda yang berusaha merebut kembali tanah air.

Setelah kemerdekaan, upaya pergerakan PASI berkembang ke arah politik. Masalah perempuan yang dipandang domestik seperti perkawinan dan perceraian bertransformasi menjadi agenda publik negara. Organisasi itu juga didukung partai politik sehingga isu perempuan lebih mudah dimasukkan dalam pembuatan kebijakan negara.

Meski begitu, perjuangan PASI mulai mengalami kehancuran saat berlangsungnya rezim orde baru. Saat itu tidak diperbolehkan ada gerakan yang memperjuangkan hak perempuan serta ideologi politik masing-masing.

Hal itu memaksa PASI hanya menjalankan program nasional seperti Keluarga Berencana (KB). PASI pun dipaksa hanya menjadi alat mobilisasi politik.

Dinamika itu membuktikan betapa hebatnya perjuangan PASI dalam memberdayakan kaum perempuan di Indonesia, khususnya Jawa Barat. 

Salah satu hasil perjuangan yang mungkin paling dirasakan adalah dari sektor pendidikan. PASI mendirikan banyak sekolah untuk perempuan, para perempuan terdidik pun semakin bertambah. 

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X