Mengenal Willy, Si Maung Bikang Laswi

- Kamis, 11 Juni 2020 | 16:02 WIB
 Willy si 'Maung Bikang' Laswi
Willy si 'Maung Bikang' Laswi

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Kota Bandung pasti mengenal Jalan Laswi. Namun adakah yang tahu latar belakang di balik nama Laswi itu?

Laswi sendiri adalah singkatan dari Laskar Wanita. Organisasi wanita yang hits pada masa revolusi ini dikenal sebagai sekomplotan perempuan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dan sering turun ke medan pertempuran.

Pengamat sejarah sekaligus jurnalis historia.id Hendri Jo menuturkan, keganasan Laswi di medan tempur membuat mereka dijuluki dengan sebutan 'Maung Bikang'. Dan salah satu 'Maung Bikang' yang paling 'gila' adalah Willy.

"Anggota Laswi itu kalau turun ke pertempuran pasti saja ada darah yang tumpah. Bahkan Willy kalau sudah bertempur suka lupa diri," ujar Hendri pada Diskusi Bandung Zaman Perang, Kamis (11/6/2020).

Hendri mengatakan bahwa perempuan tersebut selalu merasa tidak sadarkan diri saat berperang. Ia secara tiba-tiba selalu berhasil masuk ke garis depan peperangan. Dengan pisau kecil di genggaman tangan, Willy tak henti-hentinya menyabet tubuh musuh.

"Meskipun kondisi peperangan itu sulit, Willy selalu berhasil selamat. Entah bagaimana caranya," ujar Hendri.

Willy disebut-sebut berani membunuh prajurit Gurkha yang tergabung dalam NICA. Peristiwa tersebut sempat dipublikasikan di koran. Dalam berita, Willy dikatakan memenggal kepala prajurit NICA dengan samurai setelah menembaknya.

Kepala tersebut bahkan sempat dibawa ke hadapan Jendral Nasution sebagai bukti bahwa Willy telah berhasil membunuh tentara NICA. "Kepala itu dimasukkan ke dalam keresek," ujar Hendri.

Dilansir dalam berbagai sumber, sebuah koran di Museum Brawijaya memperlihatkan foto Willy. Sosoknya tampak sebagai gadis yang masih muda, berkulit putih, dan cantik. Laswi sendiri dilatih oleh Prajurit Pembela Tanah Air (PETA) dan beroperasi di Bandung Selatan.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

13 Buku Karya Mohamad Koerdie Alias Sjarif Amin

Jumat, 19 November 2021 | 14:47 WIB

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X