Sejarah Hotel Homann pada Awal Abad ke-20

- Kamis, 16 April 2020 | 15:52 WIB
Hotel Homann sekitar tahun 1908. (Sumber: http://hdl.handle.net/1887.1/item:844698)
Hotel Homann sekitar tahun 1908. (Sumber: http://hdl.handle.net/1887.1/item:844698)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Hotel Homann di Jalan Asia Afrika, Bandung, merupakan hotel yang sangat bersejarah. Hotel ini jadi salah satu ikon Kota Bandung. Hotel ini juga disebut-sebut sebagai hotel tertua di Kota Bandung. Tulisan ini akan menceritakan tentang keadaan Hotel Homann pada awal abad ke-20.

Informasi tentang Homann masa itu bisa diperoleh dari Boekoe Penoendjoek djalan boeat plesiran di kota Bandoeng dan daerahnja karya Kwee Khay Khee (penerbit N. V. Handel Mij. & Drukkerij, Malang).

Melihat penerbitnya, peminat sejarah Atep Kurnia menduga, buku setebal 49 halaman ini terbit setelah tahun 1907. Alasannya, Kwee Khay Khee (pemilik percetakan pertama di Malang, Jawa Timur) baru mendirikan percetakan Kwee Khay Khee, penerbit koran Tjahaja Timoer, di Malang, pada 1907. Padahal percetakan ini yang kemudian berganti nama menjadi N.V. Handels Mij. & Drukkerij yang menerbitkan buku itu.

Dugaan Atep diperkuat terbitnya buku Gids voor Bandoeng yang terbit 66 halaman. Buku ini diterbitkan Percetakan A.C. Nix & Co, Bandung, tahun 1908. Buku yang disponsori oleh Hotel Homann ini dilengkapi ilustrasi karya W.O.J. Nieuwenkamp. Boekoe Penoendjoek tampaknya merupakan terjemahan atau setidaknya mengambil referensi utama dari buku Gids voor Bandoeng. Dengan demikian, Boekoe Penoendjoek kemungkinan terbit secepat-cepatnya pada 1908.

Hotel Homann disebutkan sudah berdiri pada 1880. Namanya semula adalah Hotel Post Road, milik sebuah yayasan. Letaknya memang di tepi Jalan Raya Pos buatan Daendels.

Dalam buku itu disebutkan, lokasi hotel merangkap rumah makan itu pada 1880 terletak di Katja Katja Wetanweg. Baru ”pada taoen 1890 Hotel itoe lantas pindah ka tempatnja sekarang ini, jaitoe di tengah tengah kota dekat dengan kantoor kantoor dan bandar bandar perdagangan.”

Nama Homann diberikan seturut nama pemiliknya, A. Homann, seorang warga Jerman yang pindah ke Bandung tahun 1870. Penggantian nama kemungkinan dilakukan berkaitan dengan perubahan kepemilikan hotel.

Foto Tuan Homann, pemilik Hotel Homann. Foto diambil tahun 1919. (http://hdl.handle.net/1887.1/item:839320)

Pada awal abad ke-20 itu, Hotel Homann terdiri dari satu bangunan utama, faviliun, dan bangunan sayap di kiri dan kanan bangunan utama. Bangunan sayap dua lantai ini membujur dari selatan ke utara, total 20 kamar. Satu sayap terdiri dari 5 kamar di bawah dan 5 di atas. Kalau dari arah selatan, bangunan sayap ini dilengkapi tangga (trappenportaal) sendiri.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X