[Bandung Baheula] 4 Sejarah Nama Jalan di Kota Bandung, dari Braga hingga Dago

- Kamis, 11 Juni 2020 | 10:02 WIB
Kota Bandung
Kota Bandung

AYO BACA : [Bandung Baheula] Kampung Kreatif Lokomotif Cicukang dan Kisah Lamanya

Sebelum menjadi kawasan ramai seperti sekarang, Jalan Dago meupakan daerah yang cukup gelap dan minim pencahayaan.

Hal tersebut membuat warga sekitar takut dengan adanya ancaman seperti rampok dan binatang buas. Oleh karena itu, warga Bandung selalu berkumpul terlebih dahulu sebelum hendak pergi ke pasar.

Menurut salah satu guru besar Unpad dan sejarawan Bandung, A Sobana Hardjasaputra, nama jalan ini diambil dari kebiasaan warga Bandung jaman dahulu yang suka berkumpul di kawasan Dago.

Nama Dago sendiri diambil dari Bahasa Sunda, dagoan yang berarti menunggu.

4. Jalan Bengawan

Jalan Bengawan. (Ayobandung.com/Ist)

Jalan Bengawan memiliki sejarah yang cukup menarik. Banyak orang bertanya mengapa nama tersebut tidak disebut sebagai Jalan Bengawan Solo.

Seorang inohong Sunda mengungkapkan bahwa ditiadakannya kata "Solo" disebut-sebut berkaitan dengan sentimen etnis sedang menguat ketika nasionalisasi nama jalan terjadi. Vokal "o" dalam kata "Solo" identik dengan sesuatu yang berasal dari Jawa (Jawa Tengah dan Jawa Timur)

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

5 Jejak Sejarah Bung Karno di Kota Bandung

Senin, 6 Juni 2022 | 17:04 WIB

Esai Sunda: KAKAREN LEBARAN

Jumat, 6 Mei 2022 | 07:24 WIB

Sastra Sunda: NYAI MERTASINGA

Sabtu, 23 April 2022 | 14:08 WIB

Berziarah ke Makam Sembah Dalem Wirasuta Cimahi

Senin, 7 Maret 2022 | 19:24 WIB

Sejarah Jalan Braga di Kota Bandung

Jumat, 18 Februari 2022 | 13:57 WIB
X