Bandoeng Baheula: Arsitek Wolff Schoemaker, Antara Islam dan Katolik

- Rabu, 19 Desember 2018 | 15:09 WIB
Kompilasi berita dari koran Sipatahoenan Januari 1934 tentang Wolff Schoemaker masuk Islam dan melakukan salat Jumat pertamanya di Masjid Agung Bandung. Berita spekulasi dari de Tribune tentang motif politik di balik pindah agamanya Schoemaker (Sumber: Sipatahoenan, de Tribune, dan Bataviasch Nieuwsblad)
Kompilasi berita dari koran Sipatahoenan Januari 1934 tentang Wolff Schoemaker masuk Islam dan melakukan salat Jumat pertamanya di Masjid Agung Bandung. Berita spekulasi dari de Tribune tentang motif politik di balik pindah agamanya Schoemaker (Sumber: Sipatahoenan, de Tribune, dan Bataviasch Nieuwsblad)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Sosok penting di balik pembangunan Masjid Cipaganti adalah Charles Prosper Wolff Schoemaker. Namun perannya sebetulnya lebih dari itu.

Atas peran Schoemaker, juga tentu saja jasa Thomas Karsten, Maclaine Pont, J. Gerber, Edward Cuypers, dan A.F. Aalbers, lanskap kawasan urban Bandung berubah drastis jadi modern.

Siapa Schoemaker? Schoemaker lahir di Banyubiru, Ambarawa, Jawa Tengah pada 25 Juli 1882. Dia belajar arsitek di Breda, Belanda.

Bersama adiknya, Richard Schoemaker, dia membuka biro arsitek pada tahun 1918. Namun tutup pada 1924 lantaran pekerjaannya sebagai profesor arsitek di Technische Hoogeschool te Bandoeng (ITB). Karya-karya arsitektur terbaiknya justru dibuat dalam periode ketika dia mengajar sekaligus menjadi arsitek paruh waktu.

Salah satu buku penting tentang Schoemaker ditulis oleh sejarawan seni C.J. van Dullemen. Buku berjudul Tropical Modernity: Life and Work of C.P. Wolff Schoemaker ini terdiri atas dua bagian. Bagian pertama berupa esai 152 halaman mengenai hidup dan karya Schoemaker sedangkan bagian kedua menceritakan perkembangan desainnya secara kronologis.

Setelah Masuk Islam, Namanya Berubah Jadi Kemal Schoemaker

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Meluruskan Sejarah Masjid Cipaganti (1)

Dalam buku itu disebutkan Schoemaker menjalani kehidupan yang tidak biasa. Dia memelihara macan kumbang dan ular di rumahnya. Dia menikah lima kali. Dua perkawinan di antaranya berlangsung sangat singkat sehingga anak pertama dari istri keempatnya lahir sebelum anak terakhir dari istri ketiganya lahir.

Schoemaker dikabarkan kurang disukai oleh komunitas orang Eropa. Bisa jadi karena kehidupannya itu. Bisa juga karena persahabatannya yang kelewat erat dan langgeng dengan bekas muridnya, Soekarno. Namun, bisa pula karena kabar Schoemaker masuk Islam.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Bioskop Tertua di Bandung Dahulu Bernama Radio City

Rabu, 19 Januari 2022 | 11:44 WIB

VIDEO 5 Sekolah Horor di Bandung

Selasa, 11 Januari 2022 | 20:24 WIB

5 Sekolah Horor di Bandung, Mana yang Paling Seram?

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:19 WIB

Balapan Becak di Bandung Tahun 1971

Rabu, 5 Januari 2022 | 12:35 WIB

Sisa Sejarah Manusia Purba di Goa Pawon

Kamis, 30 Desember 2021 | 15:53 WIB

Sejarah Museum Pos Indonesia di Kota Bandung

Rabu, 29 Desember 2021 | 17:54 WIB

Sejarah Masjid Salman ITB

Selasa, 28 Desember 2021 | 16:23 WIB

Sungai Cikapundung di Mata Orang-orang Sezaman

Rabu, 22 Desember 2021 | 11:12 WIB

Misteri Pembunuhan di Rumah Asep Berlian

Rabu, 22 Desember 2021 | 10:19 WIB

13 Buku Karya Mohamad Koerdie Alias Sjarif Amin

Jumat, 19 November 2021 | 14:47 WIB
X