Bandoeng Baheula: Meluruskan Sejarah Masjid Cipaganti (2)

- Kamis, 13 Desember 2018 | 11:27 WIB
Iklan ajakan kepada umat Islam di Bandung untuk ikut berpartisipasi membangun Masjid Cipaganti (Sumber: Sipatahoenan).
Iklan ajakan kepada umat Islam di Bandung untuk ikut berpartisipasi membangun Masjid Cipaganti (Sumber: Sipatahoenan).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM–Meluruskan sejarah Masjid Cipaganti jelas bukan perkara mudah. Kebanyakan tulisan tentang sejarah Masjid Cipaganti merujuk pada plakat yang terpasang di salah satu dinding masjid.

Dalam plakat itu tertulis, Masjid Cipaganti mulai dibangun 11 Syawal 1351 (7 Februari 1933) dan diresmikan pada 11 Syawal 1352 (27 Januari 1934). Peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Bandung Raden Tumenggung Hassan Soemadipradja dengan diiringi oleh Patih Bandung Rg. Wirijadinata, dan Kepala Penghulu Bandung Raden Haji Abdoel Kadir.

Tertera tulisan perancang Masjid Cipaganti di bagian bawah prasasti itu, yakni Prof. Schoemaker. Pemborongnya adalah Anggadibrata dengan dibantu oleh Keramisch Laboratorieum (sekarang Balai Besar Keramik).

Tulisan tentang sejarah Masjid Cipaganti juga terkadang dilengkapi sumber lisan dengan tak mengoroborasikannya dengan keterangan lain. Pendeknya, tulisan tentang sejarah Masjid Cipaganti pada umumnya tanpa dinamika.

Membangun Masjid Cipaganti seolah proses pembangunan biasa. Padahal butuh setidaknya enam tahun, dari 1926-1932, sebelum masjid bisa dibangun lagi.

Umat Islam Bandung Bereaksi Mendengar Rencana Penghilangan Masjid Cipaganti

Reaksi umat Islam Bandung memang tak sekeras umat Islam Jakarta saat ada masjid di kotanya yang dirobohkan. Umat Islam di Jakarta sampai demo berjilid-jilid tatkala Masjid Cikini dibongkar tahun 1920-an.

Umat Islam Bandung baru bereaksi keras setelah mendengar rencana Gemeenteraad setempat bahwa di atas reruntuhan Masjid Cipaganti itu akan dibangun jalan. Mengingat kawasan Cipaganti saat itu sudah banyak dihuni orang Belanda, segera saja umat Islam Bandung menghubungkan rencana pembuatan jalan itu dengan upaya penghilangan sama sekali masjid.

AYO BACA : Bandoeng Baheula: Meluruskan Sejarah Masjid Cipaganti (1)

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

13 Buku Karya Mohamad Koerdie Alias Sjarif Amin

Jumat, 19 November 2021 | 14:47 WIB

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X