Soekarno di Bandung: Sebagai Arsitek Merangkap Direktur Taman Siswa

- Senin, 10 Desember 2018 | 19:41 WIB
Dua iklan yang dipasang Soekarno di koran Sipatahoenan tanggal 12 Januari 1929 dan 29 Mei 1929. Iklan pertama mengenai biro arsiteknya bersama Ir. Anwari dan iklan kedua mengenai lowongan kerja untuk guru perempuan Sunda. (Sumber: Sipatahoenan)
Dua iklan yang dipasang Soekarno di koran Sipatahoenan tanggal 12 Januari 1929 dan 29 Mei 1929. Iklan pertama mengenai biro arsiteknya bersama Ir. Anwari dan iklan kedua mengenai lowongan kerja untuk guru perempuan Sunda. (Sumber: Sipatahoenan)
<p> p><p><strong>LENGKONG, AYOBANDUNG.COMstrong>--Tak banyak lagi yang bisa ditulis mengenai apa yang dilakukan <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Soekarno di Bandung">Soekarno di Bandunga>. Banyak yang tahu Soekarno kuliah di Bandung pada 2 Juli 1921, menikah dengan Inggit Garnasih pada 24 Maret 1923, dan memimpin Partai Nasional Indonesia.p> <p>Saat <a href="https://www.ayobandung.com/tag/Soekarno di Bandung">Soekarno di Bandunga>, profesinya sebagai arsitek juga cukup dikenal. Kendati demikian, karya arsitekturnya tak termasuk yang berskala besar atau fenomenal, kendati memiliki kekhasan.p> <p>Sebagian besar atau belasan di antaranya berupa rumah tinggal. Proyeknya yang agak mendingan adalah merancang masjid di dekat viaduk, paviliun Hotel Preanger, bangunan tambahan pendopo Kabupaten Bandung, dan bangunan Bank Sudara.p> <p><strong>Rencana Membangun<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Masjid Kuwwat Ul Islam"> Masjid Kuwwat Ul Islama> tetap dalam Impianstrong>p> <p>Beberapa proyek rancangannya yang besar malah tidak tereksekusi. Salah satu di antaranya adalah<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Masjid Kuwwat Ul Islam"> Masjid Kuwwat Ul Islama>. Masjid ini dirancang Soekarno tahun 1925 di bawah bimbingan<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ CF Wolff Schoemaker"> CF Wolff Schoemakera>, arsitek kenamaan sekaligus dosen Soekarno di Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung).p> <p>Ketika Soekarno menjadi presiden, rencana pendirian masjid yang akan jadi yang terbesar di Bandung ini dihidupkan lagi. Sayang, rencana mendirikan "Masjid dalam Impian" itu tak pernah tereksekusi sampai hari ini. Padahal gambarnya sudah jadi.p> <p>Saat menjadi arsitek, Soekarno berkongsi dengan Ir. Anwari. Kantor biro arsitek yang didirikan tanggal 26 Juli 1926 ini terletak di Regentsweg 22 (sekarang Jalan Dewi Sartika). Dalam buku <em>Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyatem> yang ditulis Cindy Adams, kantor dimaksud merangkap sebagai rumahnya.p> <p>Bagian depan rumah yang disewa seharga Rp75 sebulan itu dipakai Dr. Samsi untuk kantor akuntan. Kantor biro arsitek Soekarno menggunakan kamar tengahnya. Ikut menyewa kamar di rumah itu orang bernama Suhardi. Harga sewanya Rp35 sebulan.p> <p>Selain dengan Ir. Anwari, Soekarno juga mendirikan biro arsitek bersama Ir. Rooseno.p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p><strong>Biro<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Arsitek"> Arsiteka> Soekarno Rajin Memasang Iklan di <em>Sipatahoenanem>strong>p> <p>Kantor biro arsitek ini rajin sekali memasang iklan di koran <em>Sipatahoenanem>. Tentu saja iklannya dalam bahasa Sunda. Redaksinya seperti yang dimuat dalam koran <em>Sipatahoenan em>tanggal 12 Januari 1929.p> <p>Berikut redaksinyap> <p>INGENIEURS en ARCHITECHTEN BUREAUp> <p>Ir. Soekarno en Ir. Anwari.p> <p>Regentsweg 22, Bandoeng.p> <p>Nampi saniskanten padamelan anoe nganggo projekten pikeun saniskanten adegan, kajaning imahfabriekgoedangmasigitdjambatan sareng sadjabina ti eta, ti noe PANG ALITNA doegi ka noe PANG AGEUNGNAp> <p>Artinya kurang lebih Biro<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Arsitek"> Arsiteka> Ir. Soekarno dan Ir. Anwari menerima berbagai macam pekerjaan proyek dan bangunan seperti rumah tinggal, pabrik, gudang, masjid, jembatan, dan berbagai pekerjaan lain semacam itu, mulai dari ukuran paling kecil sampai paling besar.p> <p><strong>Soekarno Sebagai Direktur<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Institut Taman Siswa"> Institut Taman Siswaa>strong>p> <p><strong>AYO BACA : strong>p><p>Ternyata, di samping berpolitik dan membuka biro arsitek, Soekarno juga pendidik. Dia adalah direktur<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Institut Taman Siswa"> Institut Taman Siswaa>. Dalam kapasitasnya sebagai direktur, Soekarno pernah memasang iklan mencari guru untuk sekolahnya.p> <p>Dalam iklan di <em>Sipatahoenan em>tanggal 29 Mei 1929, Soekarno menyebut bahwa dia mencari sejumlah guru perempuan Sunda yang berbobot.p> <p>Dipilarip> <p>Goeroe-goeroe istri bangsa Soenda, kangge Nationaal onderwijs instituutTaman Siswodi Bandoeng.p> <p>Pangartosna kedah anoe rada loehoer (diploma Kweekschool, Mulo, sareng djabi ti eta).p> <p>Gadjih henteu sakoemaha ageungna, NANGING TJEKAP, kedah emoet kana Nationale dienstplicht.p> <p>Anoe bade ngalamar (sollicitaties) sae soemping koe andjeun atanapi njeratan ka:p> <p>Ir. SOEKARNOp> <p>Directeur Taman SiswoBandoengp> <p>Kalau diterjemahkan, iklan di atas kurang lebih berbunyi: Dicari, guru-guru perempuan Sunda untuk Institut Taman Siswo di Bandung. Guru dimaksud diharap memiliki pendidikan tinggi (punya ijazah diploma Kweekschool, Mulo atau yang setara dengan itu).p> <p>Disebutkan bahwa gajinya tidak besar, TAPI CUKUP. Ditekankan bahwa calon pendidik hendaknya ingat tanggung jawabnya sebagai warga terhadap bangsanya. Yang berminat melamar bisa datang langsung ke<a href="https://www.ayobandung.com/tag/ Institut Taman Siswa"> Institut Taman Siswaa> atau berkirim surat kepada Ir. Soekarno.p><p><strong>AYO BACA : strong>p>

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Nenek Moyang PT KAI, Perusahaan Kereta Api SS di Bandung

Kamis, 30 September 2021 | 09:30 WIB

Filosofi Arsitektur dan Sejarah Masjid Salman ITB

Kamis, 12 Agustus 2021 | 16:52 WIB

Kisah Huru-hara di Balik Berdirinya Pasar Baru

Rabu, 4 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X