Alasan Kikan Ingin Kembangkan Komunitas Musisi Mengaji

- Jumat, 4 Oktober 2019 | 04:55 WIB
Kikan Namara. (Istimewa)
Kikan Namara. (Istimewa)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Penyanyi href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan Namara belakangan aktif di Komunitas Musisi Mengaji (Komuji). Sejak menjadi koordinator cabang Jakarta, href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan memelihara asa untuk membuat komunitas tersebut berkembang lebih besar lagi.

Menurut href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan, Komuji terbentuk tujuh tahun lalu di kota Kembang, Bandung, Jawa Barat. Sementara itu, Komuji chapter Jakarta masih berusia satu tahun.

"Kami pengen mudah-mudahan yang Jakarta pun segera punya kantor sendiri dan bisa berkembang sepesat Bandung," ungkap href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan kepada Republika.co.id saat acara Piknikustik di wilayah Jakarta Selatan, pekan lalu.

Komuji chapter Bandung, menurut href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan, telah mengalami perkembangan yang cukup pesat. 

Selain komunitasnya menjadi terbuka untuk umum dan tak terbatas hanya musisi, Komuji Bandung memiliki berbagai aktivitas harian, mulai dari kelas bahasa Inggris, kelas bela diri, dan kelas belajar IT untuk anak-anak.

"Kajian rutin juga sudah pasti. Ada kelas belajar ngaji juga," ungkap mantan vokalis Cokelat itu.

href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan mengenang, Komuji yang berkantor di Jalan Cilaki itu terbentuk dari kegelisahan rekannya sesama musisi, yaitu Alga Indria dan Yadi Fauzi. Keduanya, menurut href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan, memiliki keresahan akan gencarnya kampanye di Bandung beberapa tahun yang lalu mengenai musik itu haram. Alhasil, banyak rekan-rekan musisi yang hijrah dan meninggalkan musik

Oleh sebab itu, menurut href="https://www.ayobandung.com/tag/Kikan">Kikan, Komuji hadir untuk mengayomi para musisi dalam beragama sekaligus menjadi wadah untuk bermain musik bersama. Program-program yang diadakan oleh Komuji pun beragam, salah satunya adalah Piknikustik.

Dalam Piknikustik yang dihelat pekan lalu di Jakarta, Komuji membawa topik kajian "Bicara Riba". Tema itu dinilai relevan dengan yang terjadi saat ini.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

X